Lempeng Tektonik

 Lempeng Tektonik 


  • Pengertian Lempeng Tektonik

Jika diartikan satu per satu berdasarkan kata penyusun “lempeng tektonik”, lempeng merupakan bagian penyusun materi bumi paling atas. Menurut Stein (2013), sebagian besar lempeng bumi memiliki ketebalan mencapai 100 km. Sedangkan tektonik merupakan suatu proses pergerakan pada kerak bumi yang menimbulkan lekukan,lipatan, patahan yang berakibat pada tinggi rendahnya permukaan bumi.

Dari penjelasan di atas, pengertian lempeng tektonik sangat erat kaitannya dengan lapisan litosfer bumi. Lapisan litosfer merupakan bagian atas bumi yang terdiri dari kerak bumi dan mantel bumi. Keduanya memiliki sifat kaku dan padat.

Selanjutya dijelaskan secara rinci bukti-bukti bahwa terdapat super benua atau Pangea. Bukti tersebut didukung oleh fakta-fakta di lapangan yang ditemukan oleh para ahli. Berikut bukti-bukti tersebut:

  • Kesamaan Garis Pantai
Kesamaan atau kecocokan garis pantai ini ditemukan pada benua Amerika Selatan dengan benua Afrika Barat. Dimana kedua benua ini dapat dihimpitkan satu dengan lainnya, jika melihat garis pantai yang ada. Wegener menduga bahwa awalnya kedua benua tersebut dulunya menjadi satu kesatuan, hingga ia mulai mencocokan semua garis pantai yang ada pada sebuah benua.

Struktur Bumi

 Struktur Bumi 



Struktur dalam bumi berlapis terdiri dari tiga lingkaran yang konsentris, yaitu kerak (crust), mantel (mantle) dan inti bumi (inner and outer core). Berdasarkan hasil penelitian, bumi memiliki jari-jari sepanjang 6.371 kilometer. Melansir Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika, berikut lapisan bumi berurutan dari yang paling luar hingga paling dalam.


  • Kerak Bumi 
Kerak bumi merupakan lapisan paling atas dan paling luar dari struktur bumi. Kerak bumi dianalogikan sebagai kulit telor rebus karena sangat tipis, rapuh, dan mudah patah dibandingkan dengan struktur yang ada di bawahnya. Kerak bumi tersusun dari elemen yang relatif ringan seperti silika, alumunium, dan oksigen. Ketebalan lapisan kerak bumi bervariasi akibat permukaan bumi yang tidak rata. Ketebalan kerak bumi di daratan adalah antara 25-40 kilometer. Pada pegunungan ketebalannya bisa mencapai 70 kilometer, sedangkan di lautan dan Kepulauan Hawaii merupakan kerak bumi yang paling tipis, hanya 5 kilometer saja.


  • Mantel bumi 
Mantel bumi berada di kedalaman 40 hingga 3.000 kilometer di bawah permukaan bumi. Mantel bumi tersusun dari material besi, magnesium, dan silika. Bagian terluar mantel bumi cenderung lebih padat dan menempel dengan kerak bumi di atasnya. Mantel bumi bersama dengan kerak bumi membentuk lapisan yang disebut litosfer.


  • Inti bagian luar

 Inti bumi bagian luar merupakan struktur cair yang terdiri dari besi dan nikel. Inti bagian luar ini berada di kedalaman 2.885-5.144 kilometer. Suhu pada lapisan ini mencapai 3.700 derajat Celcius.


  • Inti bagian
 dalam Inti bumi bagian dalam bumi berbentuk bola metal yang memiliki radius 1.220 kilometer atau sekitar tiga per empat ukuran bulan. Inti bagian dalam terletak di dalam bumi pada kedalaman 2.885-5.144 kilometer di bawah permukaan bumi. Suhu di inti bagian dalam bumi berkisar 4.300-5.400 derajat Celcius. Suhu ini hampir sepanas suhu permukaan matahari.



Senyawa

 Senyawa 


Pengertian Senyawa

  • Senyawa adalah zat tunggal yang unsur-unsurnya bisa diuraikan kembali menjadi dua atau lebih dengan menggunakan reaksi kimia. Meskipun senyawa terdiri dari beberapa unsur, namun sifat kimia antara senyawa dengan unsur penyusunnya berbeda.

Sifat senyawa

  • Senyawa terbentuk dari dua unsur kimia atau lebih dengan menggunakan reaksi kimia
  • sifat senyawa berbeda dengan sifat unsur pembentuknya karena keduanya memiliki perbedaan komposisi
  • Senyawa bisa diuraikan menjadi beberapa unsur tertentu
  • Suatu senyawa tidak bisa dipisahkan secara fisika

Contoh Senyawa Dalam Kehidupan Sehari-Hari

  • Garam dapur


Garam dapur adalah senyawa kimia yang mempunyai rumus kimia NaCl (Natrium klorida). Ini adalah senyawa sejenis mineral dengan rasa yang asin dan banyak digunakan menjadi penyedap rasa untuk makanan


  • Detergen





Detergen adalah salah satu bahan pembersih yang sering digunakan untuk mencuci pakaian-pakaian kotor. Detergen sendiri adalah salah satu contoh senyawa kimia yang mempunyai rumus kimia C6H4C12H25SO3H atau NaC12H25SO4


  • Gula pasir



Gula pasir yang sering kamu gunakan pada saat membuat susu, teh, atau kopi agar menambah rasa manis merupakan salah satu contoh senyawa kimia. Gula pasir ini terdiri dari unsur karbon (C), hidrogen (H), dan juga oksigen (O2). Dalam kimia, gula pasir termasuk ke dalam golongan senyawa karbohidrat yang sederhana dengan rumus kimia C12H12O11.


 














Campuran

 Campuran 


Dalam kimiacampuran adalah sebuah zat yang dibuat dengan menggabungkan dua zat atau lebih yang berbeda tanpa reaksi kimia yang terjadi (objek tidak menempel satu sama lain).

Sementara tak ada perubahan fisik dalam suatu campuran, properti kimia suatu campuran dapat menyimpang dari komponennya seperti titik lelehnya. Campuran dapat dipisahkan menjadi komponen aslinya secara mekanis. Campuran dapat bersifat homogen atau heterogen.

Campuran adalah hasil pencampuran mekanis atau pencampuran zat kimia seperti elemen dan senyawa, tanpa penyatuan kimia atau perubahan kimia lainnya, sehingga masing-masing zat mempertahankan properti dan karakteristik kimianya

  • Jenis Jenis Campuran
Jenis Jenis Campuran dapat berupa : 

 1. Campuran homogen

Campuran dapat dibedakan menjadi campuran homogen dan campuran heterogen. Campuran homogen merupakan campuran yang zat penyusunnya tercampur sempurna. Pada campuran homogen, zat penyusunnya tidak dapat dibedakan. Contoh: air garam, sirop, udara, perunggu, kuningan

- Ciri Ciri Campuran Homogen

 - Partikel penyusun antara yang satu dengan yang lain tidak dapat dibedakan

 - Mempunyai warna yang sama rata

 - Mempunyai rasa yang sama

2. Campuran heterogen
Campuran heterogen terdiri atas:

a. Suspensi

- Ciri-ciri Suspensi :

    – Keruh

    – Ada bidang batas antar komponen-komponen penyusunnya

    – Dapat disaring

b. Koloid

Ciri-ciri Koloid :

     – Keruh

     – Ada bidang batas antar komponen-komponen penyusunnya (jika dilihat dengan             mikroskop ultra)

     – Dapat disaring dengan kertas saring ultra

     – Komponen padat dan cair dapat memisah sendiri dalam waktu relatif lama


c. Larutan




Unsur

 Unsur

Unsur adalah zat tunggal yang tidak dapat diuraikan lagi menjadi zat yang lebih sederhana. Unsur merupakan salah satu jenis zat murni yang bermakna zat tersebut tidak dapat terurai menjadi lebih sederhana menggunakan reaksi kimia


1. Unsur Logam

Dalam kimia, unsur logam adalah unsur yang mudah membentuk ion positif (kation) dan memiliki ikatan logam. Contoh unsur logam yang paling sering ditemui adalah besi, seng, emas, dan aluminium. 


2. Unsur Non Logam 

Nonlogam adalah kelompok unsur kimia yang bersifat elektronegatif, yaitu lebih mudah menarik elektron valensi dari atom lain dari pada melepaskannya. Nonlogam adalah halogen, gas mulia, dan unsur berikut: hidrogen (H), karbon (C), nitrogen (N), oksigen (O), fosfor (P), bel erang (S), dan selenium (Se)


3. Unsur Semi Logam 

Metalloid, juga dikenal sebagai Semilogam adalah unsur yang memiliki sifat yang di tengah antara logam dan nonlogam. Unsur ini ditemukan pada tabel periodik di antara logam di sebelah kiri dan nonmetal di sebelah kanan.


BERSUMBER DARI DETIK.COM

Cara Memisahkan Campuran

 

Cara Memisahkan Campuran 


Berikut adalah metode pemisah campuran :



1. Sublimasi


Sublimasi adalah metode pemisahan campuran dengan menguapkan zat padat tanpa melalui fase cair terlebih dahulu sehingga kotoran yang tidak menyublim akan tertinggal. Bahan-bahan untuk menggunakan metode ini adalah dengan menggunakan bahan yang mudah untuk menyublim, seperti kamfer dan iod.



2. Kristalisasi




Kristalisasi adalah metode pemisahan untuk memperoleh zat padat yang terlarut dalam suatu campuran. Dasar dari metode ini adalah kelarutan bahan dalam suatu pelarut dalam titik beku.

Campuran yang terdiri dari zat padat yang dapat membentuk kristal dapat dipisahkan dengan cara mengkristalisasikan salah satu zatnya. Kristalisasi memiliki dua cara, yaitu kristalisasi penguapan dan kristalisasi pendinginan.






3. Destilasi



Destilasi adalah metode pemisahan untuk memperoleh suatu bahan yang berwujud cair yang terkotori oleh zat padat atau bahan lain yang memiliki titik didih yang berbeda. Dasar pemisahan ini adalah titik didih yang berbeda antara kedua jenis zat yang terlarut.

Metode ini sangat efektif untuk memisahkan campuran yang terdiri dari dua cairan dengan titik didih yang berbeda. Contoh pemisahan campuran dengan cara destilasi adalah pengolahan air laut menjadi garam.



4. Ekstraksi


Ekstraksi adalah metode pemisahan dengan melarutkan bahan campuran dalam pelarut yang sesuai. Dasar dari metode ini adalah kelarutan bahan dalam suatu pelarut tertentu.



5. Absorbsi


Absorbsi adalah metode pemisahan untuk membersihkan suatu bahan dari pengotornya dengan cara penarikan secara kuat sehingga menempel pada permukaan bahan pengabsorbsi. Cara ini biasanya digunakan untuk memurnikan air dari kotoran renik atau mikroorganisme serta untuk memutihkan gula yang berwarna coklat karena ada kotoran di dalamnya


6. Kromatografi


Kromatografi merupakan cara pemisahan berdasarkan perbedaan kecepatan pelarut pada suatu lapisan zat tertentu. Dasar pemisahan metode ini adalah kelarutan dalam pelarut tertentu, daya absorbsi oleh bahan penyerap, dan volatilitas (daya penguapan).




BERSUMBER DARI DETIK.COM


- Copyright © syafira harumi putri - Hatsune Miku - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -