Tampilkan postingan dengan label IPA BAB 5. Tampilkan semua postingan
Senyawa
Senyawa
Pengertian Senyawa
- Senyawa adalah zat tunggal yang unsur-unsurnya bisa diuraikan kembali menjadi dua atau lebih dengan menggunakan reaksi kimia. Meskipun senyawa terdiri dari beberapa unsur, namun sifat kimia antara senyawa dengan unsur penyusunnya berbeda.
Sifat senyawa
- Senyawa terbentuk dari dua unsur kimia atau lebih dengan menggunakan reaksi kimia
- sifat senyawa berbeda dengan sifat unsur pembentuknya karena keduanya memiliki perbedaan komposisi
- Senyawa bisa diuraikan menjadi beberapa unsur tertentu
- Suatu senyawa tidak bisa dipisahkan secara fisika
Contoh Senyawa Dalam Kehidupan Sehari-Hari
Garam dapur
Detergen
Gula pasir
Campuran
Campuran
Dalam kimia, campuran adalah sebuah zat yang dibuat dengan menggabungkan dua zat atau lebih yang berbeda tanpa reaksi kimia yang terjadi (objek tidak menempel satu sama lain).
Sementara tak ada perubahan fisik dalam suatu campuran, properti kimia suatu campuran dapat menyimpang dari komponennya seperti titik lelehnya. Campuran dapat dipisahkan menjadi komponen aslinya secara mekanis. Campuran dapat bersifat homogen atau heterogen.
Campuran adalah hasil pencampuran mekanis atau pencampuran zat kimia seperti elemen dan senyawa, tanpa penyatuan kimia atau perubahan kimia lainnya, sehingga masing-masing zat mempertahankan properti dan karakteristik kimianya
- Jenis Jenis Campuran
1. Campuran homogen
Campuran dapat dibedakan menjadi campuran homogen dan campuran heterogen. Campuran homogen merupakan campuran yang
- Ciri Ciri Campuran Homogen
- Partikel penyusun antara yang satu dengan yang lain tidak dapat dibedakan
- Mempunyai warna yang sama rata
- Mempunyai rasa yang sama
2. Campuran heterogen
Campuran heterogen terdiri atas:
a. Suspensi
- Ciri-ciri Suspensi :
– Keruh
– Ada bidang batas antar komponen-komponen penyusunnya
– Dapat disaring
b. Koloid
- Ciri-ciri Koloid :
– Keruh
– Ada bidang batas antar komponen-komponen penyusunnya (jika dilihat dengan mikroskop ultra)
– Dapat disaring dengan kertas saring ultra
– Komponen padat dan cair dapat memisah sendiri dalam waktu relatif lama
c. Larutan
Unsur
Unsur
Unsur adalah zat tunggal yang tidak dapat diuraikan lagi menjadi zat yang lebih sederhana. Unsur merupakan salah satu jenis zat murni yang bermakna zat tersebut tidak dapat terurai menjadi lebih sederhana menggunakan reaksi kimia
1. Unsur Logam
Dalam kimia, unsur logam adalah unsur yang mudah membentuk ion positif (kation) dan memiliki ikatan logam. Contoh unsur logam yang paling sering ditemui adalah besi, seng, emas, dan aluminium.
2. Unsur Non Logam
Nonlogam adalah kelompok unsur kimia yang bersifat elektronegatif, yaitu lebih mudah menarik elektron valensi dari atom lain dari pada melepaskannya. Nonlogam adalah halogen, gas mulia, dan unsur berikut: hidrogen (H), karbon (C), nitrogen (N), oksigen (O), fosfor (P), bel erang (S), dan selenium (Se)
3. Unsur Semi Logam
Metalloid, juga dikenal sebagai Semilogam adalah unsur yang memiliki sifat yang di tengah antara logam dan nonlogam. Unsur ini ditemukan pada tabel periodik di antara logam di sebelah kiri dan nonmetal di sebelah kanan.
BERSUMBER DARI DETIK.COM
Cara Memisahkan Campuran
Cara Memisahkan Campuran
Sublimasi adalah metode pemisahan campuran dengan menguapkan zat padat tanpa melalui fase cair terlebih dahulu sehingga kotoran yang tidak menyublim akan tertinggal. Bahan-bahan untuk menggunakan metode ini adalah dengan menggunakan bahan yang mudah untuk menyublim, seperti kamfer dan iod.
Campuran yang terdiri dari zat padat yang dapat membentuk kristal dapat dipisahkan dengan cara mengkristalisasikan salah satu zatnya. Kristalisasi memiliki dua cara, yaitu kristalisasi penguapan dan kristalisasi pendinginan.
3. Destilasi
Metode ini sangat efektif untuk memisahkan campuran yang terdiri dari dua cairan dengan titik didih yang berbeda. Contoh pemisahan campuran dengan cara destilasi adalah pengolahan air laut menjadi garam.
4. Ekstraksi
6. Kromatografi
Kromatografi merupakan cara pemisahan berdasarkan perbedaan kecepatan pelarut pada suatu lapisan zat tertentu. Dasar pemisahan metode ini adalah kelarutan dalam pelarut tertentu, daya absorbsi oleh bahan penyerap, dan volatilitas (daya penguapan).




.png)

.jpg)


